Djarum indonesia open 2012

Gelar Simon buat Papa Almarhum

Kompas.com - 17/06/2012, 19:19 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Simon Santoso mengaku mempersembahkan gelar juara tunggal putera Djarum Indonesia Open 2012 terutama buat ayahnya yang telah berpulang.

Ayah Simon, Hosea Lim meninggal dunia Maret lalu. "Saya hanya ingin membuktikan kepada almarhum bahwa saya bisa juara di sini. Ini memang sudah lama jadi keinginan saya," kata Simon usai pertandingan final.

Simon mengalahkan pemain China, Du Pengyu di final melalui pertandingan rubber game 21-18 13-21 21-11. Simon menuntaskan perjuangannya dalam 1 jam 19 menit.

"Saya tahu Pengyu merupakan pemain yang ulet, memiliki defense bagus dan selalu mengejar bola. Karena itu  saya harus lebih dulu mengelola permainan sebelum menyerang," kata Simon. "Kalau pun gagal, saya akan mulai lagi dari awal."

Setelah merebut game pertama, Simon mengaku bermain ragu-ragu di game kedua. "Saya agak bingung untuk memutuskan kapan saya bertahan dan kapan menyerang. Akibatnya saya justru sering tertekan," lanjutnya.

Untung ia menyadari kesalahannya ini di game ketiga. Dengan sabar ia mengajak Pengyu untuk bermain dengan semua pukulan, sebelum menyerang dan menghasilkan poin.  "Saya hanya fokus pada permainan dan mengumpulkan poin," katanya.

Karena fokus pada permainan inilah, Simon tidak menyadari bahwa ia telah mencapai match-point dan bahkan memenangi game ketiga dengan telak 21-11. "Saya terlalu konsentrasi jadi tidak sadar bahwa pertandingan sudah usai. Karena itulah reaksi saya atas kemenangan ini terkesan terlambat."

Simon mengaku ia merasa lebih bertanggungjawab sejak sering dipasang sebagai tunggal utama Indonesia dalam ajang beregu yang penting seperti Piala Thomas. "Memang ada pengaruhnya. Saya jadi merasa orang memberi tanggungjawab dan mempercayakannya kepada saya."

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau